
Analisaforex.id – Lupakan semua prediksi pelemahan! Dolar Australia (AUD) secara mengejutkan mengamuk dan mencatatkan reli kenaikan luar biasa selama tiga hari beruntun terhadap Dolar AS (USD). Pergerakan agresif mata uang bersimbol Aussie ini tidak terjadi tanpa alasan, melainkan dipicu oleh “bom waktu” fundamental yang meledak dari dua arah sekaligus: Canberra dan Beijing.
PDB Tumbuh 0,4%
Pemicu utama gejolak hebat ini adalah rilis data Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal kedua Australia yang tercatat tumbuh 0,4%. Pertumbuhan ini berada di atas ekspektasi konsensus pasar dan secara resmi menyelamatkan negeri tersebut dari jurang resesi. Laporan eksklusif dari Bloomberg menyimpulkan bahwa ketahanan ekonomi yang tak terduga ini memberikan “peluru baru” bagi Reserve Bank of Australia (RBA) untuk melanjutkan kebijakan pengetatan moneter yang super ketat guna memerangi inflasi yang masih membandel. Pasar kini bertaruh dengan probabilitas masif sebesar 70% bahwa RBA akan menaikkan suku bunga acuannya kembali pada pertemuan September ini.
Perdagangan Dengan China Meningkat
Tidak berhenti di situ, suntikan tenaga tambahan datang dari mitra dagang terbesar mereka. Saluran berita CNBC melaporkan data perdagangan luar negeri China mencatatkan performa gemilang dengan angka ekspor yang melesat hingga 25% secara tahunan. Sebagai mata uang komoditas yang sangat peka terhadap kesehatan ekonomi China, lonjakan volume dagang ini menjadi angin segar yang memicu aksi beli besar-besaran pada AUD. Ketika Dolar AS sedang tertekan oleh kecemasan pasar menjelang rilis data inflasi produsen (PPI) malam nanti, Dolar Australia justru memanfaatkan momentum emas ini untuk melaju kencang tanpa hambatan berarti.
Berita forex yang lebih lengkap bisa kamu dapatkan di QuickPro
