
Analisaforex.id – Berdasarkan rilis kalender ekonomi harian, pergerakan pasangan mata uang AUDUSD mendapatkan pijakan kuat dari data Ekspektasi Inflasi Konsumen Australia yang memberi ruang bagi Reserve Bank of Australia (RBA) untuk mempertahankan suku bunga tinggi di level 4.35%. Meskipun pasar sempat dibayangi sentimen negatif akibat perlambatan ekonomi China—yang ditunjukkan oleh penurunan impor minyak mentah sebesar 23.4%—serta sikap wait-and-see investor menjelang rilis data U.S. Producer Price Index (PPI) dan Unemployment Claims malam ini, daya tahan fundamental AUD tetap terjaga. Prospek suku bunga RBA yang cenderung hawkish ini bertindak sebagai bantalan krusial yang menahan penurunan lebih lanjut, sekaligus mendukung skenario pembalikan arah (rebound) secara teknikal dari area support.
Dari sudut pandang teknikal pada grafik H1, pasangan AUDUSD sedang menjalani fase healthy retracement menuju area golden ratio setelah membentuk puncaknya di 0.72371 (0.00% Fibonacci). Peluang eksekusi Buy Entry dapat dipertimbangkan secara ideal pada kisaran 0.72041 (50.00% Fib), atau di dalam rentang shaded entry zone antara 0.72119 (38.20% Fib) hingga 0.71963 (61.80% Fib). Proyeksi target pergerakan (Take Profit / TP) dipasang secara bertahap, yaitu TP1 di level 0.72215 (23.60% Fib) dan TP2 (Target Utama) pada pengujian ulang swing high di 0.72371 (0.00% Fib). Sementara itu, batasan risiko (Stop Loss / SL) diletakkan secara terukur di bawah area support Fib 61.80%, tepatnya di bawah level 0.71963 (sekitar 0.71900), guna menjaga rasio risk-to-reward tetap optimal.
Dapatkan analisa lebih lengkap di website QuickPro!
