
Analisa Forex Hari Ini – Dinamika pasar dalam 24 jam terakhir didorong oleh meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan antisipasi keputusan suku bunga dua bank sentral utama pekan ini.
Sentimen Pasar Makro & Berita Global Terkini
- Pelemahan Harga Komoditas & Ketegangan Geopolitik:
Berita yang beredar saat ini adalah adanya jeda aksi saling serang antara AS dan Iran sejak akhir pekan. Penurunan risiko eskalasi perang ini menekan harga minyak mentah dan melonggarkan tekanan inflasi global jangka pendek. Berkurangnya permintaan terhadap aset safe-haven membuat Dolar AS melemah secara berkala, memberi ruang bagi Poundsterling untuk menguat. - Faktor Politik Domestik Inggris:
Berdasarkan laporan newswire Bloomberg, stabilisasi politik pasca pelantikan kabinet Perdana Menteri Andy Burnham memberikan sentimen positif bagi pasar aset Inggris. Langkah awal kabinet dalam menyusun anggaran baru dianggap pasar mampu menjaga pertumbuhan ekonomi Inggris yang stabil, mendukung fundamental bullish Sterling dalam jangka menengah.
Perbandingan Kebijakan Moneter (Divergensi BoE vs Fed)
Fokus utama pasar sepanjang pekan ini berpusat pada rapat kebijakan moneter (FOMC dan MPC). Suku bunga kedua negara saat ini berada di level setara 3,75%.
- Federal Reserve (FOMC – Rabu):
Pasar memproyeksikan Fed akan menahan suku bunga di 3,75%. Namun, pelaku pasar mencermati sinyal hawkish dari Gubernur Fed Kevin Warsh yang menyatakan inflasi AS masih “terlalu tinggi”, membuka peluang kenaikan suku bunga lanjutan pada September 2026. - Bank of England (MPC – Kamis):
Data inflasi CPI Inggris bulan Juni melandai di bawah 2,8%. Gubernur BoE Andrew Bailey menegaskan bahwa pelonggaran kebijakan atau pemangkasan suku bunga masih belum akan dilakukan dalam waktu dekat. Sikap BoE yang defensif menjaga imbal hasil (yield) obligasi Inggris tetap menarik, menjadi pilar utama ketahanan Sterling.
Berita forex yang lebih lengkap bisa kamu dapatkan di QuickPro