
Analisaforex.id – Pasar valuta asing global hari ini mendadak gempar! Mata uang Yen Jepang (JPY) terpantau keok dan babak belur menghadapi keperkasaan Dolar AS (USD). Bukan karena faktor teknikal atau grafik biasa, melainkan akibat hantaman badai fundamental ngeri dari dua arah sekaligus yang siap mengubah peta kekayaan para investor global dalam waktu singkat.
Kevin Warsh Tunjukkan Sikap Hawkish
Biang kerok utamanya datang langsung dari keputusan mengejutkan di panggung finansial Amerika Serikat. Pidato terbaru Ketua The Fed, Kevin Warsh, secara tidak terduga bersikap sangat hawkish. Pasar kini meyakini dengan probabilitas tinggi bahwa bank sentral AS akan kembali menaikkan suku bunga acuan pada pertemuan bulan September ini. Akibatnya, imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS meroket tajam ke level tertinggi baru. Selisih suku bunga yang makin menganga lebar antara AS yang super ketat dan Jepang yang masih menganut kebijakan bunga sangat rendah membuat para raksasa korporasi global berbondong-bondong membuang Yen mereka demi memburu Dolar.
Selat Hormuz Masih Panas
Situasi makin diperparah oleh krisis geopolitik membara di Selat Hormuz. Aksi saling serang antara militer AS dan Iran telah meledakkan harga minyak mentah dunia hingga melonjak tajam hampir 3%. Bagi Jepang—negara miskin sumber daya energi yang mengimpor hampir seluruh kebutuhan minyaknya—lonjakan harga energi ini adalah mimpi buruk finansial. Defisit perdagangan Jepang dipastikan membengkak drastis demi membayar minyak yang mahal, secara otomatis menekan nilai tukar Yen kian dalam ke jurang pelemahan.
Sore dan malam nanti, rilis data manufaktur global termasuk ISM Manufacturing PMI AS diprediksi menjadi sumbu ledak berikutnya. Jika data ekonomi AS kembali menunjukkan performa kuat, Dolar dipastikan melesat tanpa rem, meninggalkan Yen Jepang yang kian tak berdaya di sudut pasar global.
Berita forex yang lebih lengkap bisa kamu dapatkan di QuickPro
