Posted in

EURO TERTEKAN! Ini Penyebab Potensi Kejatuhan EURUSD Hari Ini 

Analisaforex.id – Dolar AS kembali menunjukkan keperkasaannya, memaksa mata uang tunggal Eropa bertekuk lutut. Penggemar mata uang Euro harus menerima kenyataan pahit hari ini karena pasangan mata uang paling populer di dunia, EURUSD, terjebak dalam pusaran tren menurun (downtrend) yang sangat curam. Berdasarkan data dari tiga raksasa media internasional—Reuters, Bloomberg, dan CNBC—hancurnya harga Euro bukan sekadar kebetulan, melainkan hasil dari bom waktu fundamental ekonomi global yang akhirnya meledak pekan ini.

Fed Masih Sangat Hawkish

Latar belakang utama dari pembantaian Euro ini bersumber langsung dari Washington. Berdasarkan laporan utama dari CNBC, Federal Reserve (The Fed) di bawah kepemimpinan Ketua yang baru, Kevin Warsh, secara mengejutkan mengambil langkah agresif (hawkish) dengan menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin ke kisaran 3,75% hingga 4,00%. Keputusan ini diambil dengan suara bulat akibat inflasi domestik AS yang membandel.

Ironisnya, The Fed tidak berhenti di situ saja; mereka memberikan sinyal tegas akan adanya satu kali lagi kenaikan suku bunga sebelum akhir tahun 2026 demi membabat habis tekanan harga. Dampaknya, imbal hasil obligasi AS melonjak tinggi, menarik gelombang modal global secara agresif keluar dari Eropa menuju pelukan Greenback.

ECB “Menahan Diri”?

Sebaliknya, kondisi di Zona Euro justru terlihat meredup. Mengutip hasil survei dan laporan eksklusif dari Bloomberg, meskipun inflasi di wilayah Eropa terus memburuk dan mendekati angka 4%, European Central Bank (ECB) diprediksi akan “menahan diri” dan melewatkan kesempatan menaikkan suku bunga pada pertemuan bulan Oktober mendatang. Para ekonom memperkirakan ECB baru akan berani menaikkan suku bunga simpanannya menjadi 2,75% pada akhir bulan Desember. Ketimpangan selisih suku bunga yang semakin melebar ini menghancurkan daya tarik investasi aset-aset berbasis Euro.

Tidak hanya urusan suku bunga, laporan komoditas dari Reuters juga mempertegas derita Eropa. Konflik bersenjata yang berkepanjangan di Timur Tengah menimbulkan ancaman gangguan pasokan energi yang sangat nyata bagi importir bahan bakar seperti negara-negara Uni Eropa. Ketakutan pasar terhadap potensi meroketnya harga energi memicu kekhawatiran resesi yang lebih dalam di benua biru. Di saat yang bersamaan, status Dolar AS sebagai aset aman (safe-haven) mendapatkan momentum besar untuk terus menekan Euro di lantai bursa perdagangan dunia.

Berita forex yang lebih lengkap bisa kamu dapatkan di QuickPro