Posted in

EURUSD Siap Menembus Level Tertinggi 3 Bulan Jelang Data US PCE Malam Ini!

Analisaforex.id – Dunia finansial global saat ini sedang menahan napas. Pasangan mata uang EURUSD tengah bersiap menghadapi guncangan besar yang berpotensi mengubah arah tren utama di sisa kuartal ketiga tahun 2026. Berdasarkan laporan terkini dari Bloomberg dan Reuters, mata uang Euro terus menunjukkan taji dan bertahan kokoh di kisaran 1.1655 hingga 1.1671. Posisi ini berada sangat dekat dengan area resistensi krusial serta level tertinggi tiga bulan terakhirnya di 1.1711. Penurunan indeks Dolar AS (DXY) yang tertahan di bawah level psikologis 99.40 menjadi bahan bakar utama bagi lonjakan Euro.

Depkeu AS Naikkan Bujet Buyback Obligasi

Faktor fundamental utama yang menggerakkan reli EURUSD kali ini adalah langkah mengejutkan dari Departemen Keuangan Amerika Serikat. Otoritas fiskal AS tersebut secara mendadak melipatgandakan program pembelian kembali (buyback) obligasi jangka panjang mereka menjadi $4 miliar. Kebijakan ini langsung direspons negatif oleh pasar obligasi karena memicu kekhawatiran akut terkait pembengkakan utang nasional AS dan potensi terjadinya devaluasi Dolar secara sistemik (debasement trade). Akibatnya, imbal hasil (yield) obligasi AS merosot jatuh dan memaksa para investor institusional global memindahkan dana likuid mereka keluar dari aset berbasis Dolar, lalu mengalokasikannya ke kawasan Euro yang dinilai lebih stabil secara fiskal saat ini.

Data Ekonomi Solid

Di sisi lain benua Eropa, sentimen pendukung datang dari rilis data internal yang solid. Laporan CNBC mengonfirmasi adanya ekspansi aktivitas bisnis yang kuat di Zona Euro sepanjang bulan Agustus, yang dipimpin oleh pemulihan signifikan pada sektor manufaktur dan industri di Jerman. Kondisi ekonomi yang tangguh ini memberikan pembenaran kuat bagi Bank Sentral Eropa (ECB) untuk tetap mempertahankan sikap hawkish mereka. Pasar uang saat ini secara agresif memperhitungkan peluang besar bahwa ECB akan menaikkan suku bunga acuan pada pertemuan kebijakan moneter bulan September mendatang untuk meredam inflasi yang masih membandel.

Pantau Data US PCE

Meskipun Euro berada di atas angin, volatilitas ekstrem dipastikan akan meledak malam ini pada pukul 19:30 WIB. Kalender ekonomi menjadwalkan rilis dua data berdampak sangat tinggi (high impact) bagi AS, yaitu Core PCE Price Index—yang merupakan indikator inflasi terfavorit Federal Reserve—dan data pendahuluan Produk Domestik Bruto (Prelim GDP) kuartal kedua. Jika data inflasi PCE AS keluar lebih rendah dari perkiraan konsensus sebesar 0.2% m/m, maka Dolar AS akan menghadapi aksi jual massal yang lebih masif. Skenario tersebut akan menjadi pemicu utama yang melontarkan EURUSD menembus pertahanan 1.1711 dan membuka jalan menuju reli lanjutan yang jauh lebih tinggi. Investor disarankan untuk mengamankan posisi dan mengantisipasi lonjakan spread saat data tersebut dirilis.

Berita forex yang lebih lengkap bisa kamu dapatkan di QuickPro