Posted in

Dolar Kanada Takluk! Mengapa Dolar AS Mendadak Hancurkan Dolar Kanada dalam 3 Hari Terakhir?

Analisaforex.id – Pasar mata uang global kembali dikejutkan oleh pergerakan agresif pasangan mata uang USDCAD. Hanya dalam waktu singkat, Dolar Kanada (CAD) dipaksa bertekuk lutut di hadapan keperkasaan Greenback (USD). Mengapa mata uang Kanada yang biasanya kokoh disokong oleh ekspor minyak bumi tiba-tiba kehilangan taringnya? Jawabannya terletak pada dinamika geopolitik ekstrem dan jurang kebijakan moneter yang semakin melebar di Amerika Utara.

Kebangkitan “Sang Raja” Dolar AS Akibat Teror Inflasi

Faktor utama yang mendorong lonjakan gila-gilaan pada chart USDCAD adalah rilis data makroekonomi Amerika Serikat yang kembali memanas. Laporan Reuters menyebutkan bahwa data Indeks Harga Konsumen (IHK) AS bulan Agustus melonjak 3,4% secara tahunan (y/y), didorong oleh kenaikan biaya energi dan tarif impor yang kembali diberlakukan. Lebih mengejutkan lagi, inflasi inti bulanan melesat 0.3%, melampaui estimasi pasar.

Data mengejutkan ini seketika mengubah peta ekspektasi pasar. Raksasa perbankan investasi global seperti Goldman Sachs dan J.P. Morgan langsung mengubah perkiraan mereka secara drastis lewat catatan di Bloomberg dan Reuters, memproyeksikan bahwa Federal Reserve (The Fed) di bawah kepemimpinan Kevin Warsh kemungkinan besar akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan FOMC minggu ini. Probabilitas kenaikan suku bunga The Fed meroket hingga 87% dari yang sebelumnya hanya berkisar 70%. Ekspektasi hawkish ini memicu lonjakan imbal hasil obligasi AS dan mendorong penguatan Dolar AS secara masif di pasar global.

Mengapa Harga Minyak yang Meroket Gagal Menyelamatkan Dolar Kanada?

Di sisi lain, Kanada menghadapi dilema besar. Berdasarkan laporan CNBC dan Reuters, eskalasi trade war atau perang dagang yang kembali memanas antara Amerika Serikat dan Kanada menjadi batu sandungan utama bagi pemulihan ekonomi Kanada. Negosiasi dagang yang buntu memicu kekhawatiran melambatnya prospek pertumbuhan domestik, mengingat tingginya ketergantungan Kanada pada ekspor ke AS.

Secara historis, Dolar Kanada (Loonie) selalu diuntungkan apabila harga minyak mentah melonjak tajam. Dan faktanya, minyak mentah WTI memang sedang terbang melewati level USD 102 per barel akibat sabotase pipa minyak utama di Arab Saudi. Namun, menurut analisis pasar global di Reuters, penguatan harga komoditas kali ini sama sekali tidak mampu membendung arus modal keluar dari Kanada. Sentimen risk-averse (penghindaran risiko) massal akibat ketegangan Timur Tengah justru membuat para investor global memburu Dolar AS sebagai aset safe-haven paling utama, mengabaikan status Loonie sebagai mata uang komoditas. Kombinasi dari ancaman tarif dagang AS dan agresivitas The Fed sukses membuat Dolar Kanada terkapar dalam tiga hari terakhir.

Berita forex yang lebih lengkap bisa kamu dapatkan di QuickPro