
Analisaforex.id – Pelemahan euro dipicu oleh krisis fiskal internal zona euro, khususnya membengkaknya rasio utang pemerintah Prancis hingga 119% dari PDB. Aksi jual intensif pada obligasi Prancis memicu capital outflow keluar dari Euro. Selain itu, meningkatnya desakan politisi agar European Central Bank (ECB) memangkas suku bunga demi mencegah penularan (contagion) krisis utang semakin memperlemah daya tarik Euro, bahkan menggeser fungsinya menjadi mata uang pendanaan (funding currency) alternatif dalam carry trade menggantikan Yen. Fokus pasar hari ini juga tertuju pada koordinasi fiskal Eropa dalam agenda pertemuan Eurogroup & EcoFin.
Secara teknikal pada chart timeframe 1 jam (H1), EURUSD bergerak dalam fase konsolidasi dan membentuk pola Symmetrical Triangle. Setelah memantul dari garis batas bawah (lower line), harga saat ini bergerak naik untuk menguji garis batas atas (upper line). Pergerakan ini membuka peluang ideal untuk mengeksekusi strategi sell on resistance. Posisi Sell dapat dipertimbangkan pada Area Entry 1.12265 – 1.12453. Target penurunan harga diproyeksikan menuju Take Profit 1 (TP 1) di level 1.12025 dan Take Profit 2 (TP 2) di level 1.11715 yang mengarah kembali ke support bawah. Batasi risiko transaksi dengan menempatkan Stop Loss (SL) pada level 1.12781 di atas batas atas formasi segitiga guna mengantisipasi skenario false breakout.
Rencana Perdagangan (Trade Plan) EURUSD (H1)
| Parameter | Level Harga / Detail Strategy | Keterangan |
| Arah Transaksi | SELL (Sell on Resistance) | Penjualan pada area pengujian batas atas (upper line) |
| Area Entry | 1.12265 – 1.12453 | Rentang resistensi pola Symmetrical Triangle |
| Target Profits (TP 1) | 1.12025 | Target terdekat di area support menengah |
| Target Profits (TP 2) | 1.11715 | Target utama menguji batas bawah (lower line) |
| Stop Loss (SL) | 1.12781 | Batasan risiko di atas garis batas atas segitiga |
Dapatkan analisa lebih lengkap di website QuickPro!
