
Analisaforex.id – Pergerakan mata uang Dolar Kanada (Loonie) kini berada di ujung tanduk. Meskipun mata uang Dolar AS (USD) secara global sedang mengalami tekanan pasca-kemenangan Partai Demokrat dalam Pemilu Sela Amerika Serikat, pasangan mata uang USDCAD justru bersiap melesat tajam dalam tren bullish yang agresif.
Katalis utama di balik rapuhnya Dolar Kanada adalah kehancuran harga minyak mentah WTI yang merosot hingga 8% dalam waktu singkat, menyentuh level terendah dalam empat minggu terakhir. Laporan terbaru dari Reuters dan CNBC mengonfirmasi bahwa melunaknya retorika militer Presiden Donald Trump terhadap Iran, yang disertai intensifikasi mediasi damai oleh Qatar, telah melenyapkan premi risiko geopolitik dari pasar energi. Di saat yang sama, pasokan minyak AS melonjak ke rekor tertinggi baru sebesar 14,003 juta barel per hari. Sebagai negara eksportir minyak mentah terbesar ke AS, anjloknya harga emas hitam ini menjadi pukulan telak yang merusak fundamental ekonomi Kanada secara struktural.
Tekanan bagi Loonie semakin diperparah oleh sentimen domestik. Pelaku pasar global kini bersikap defensif menjelang rilis Annual Budget Release (Anggaran Tahunan) Kanada hari ini melalui kalender Forex Factory. Proyeksi defisit anggaran yang membengkak serta perlambatan data ketenagakerjaan internal membuat para investor enggan mempertahankan aset berbasis CAD.
Secara fundamental, divergensi kebijakan moneter kini sangat memihak USDCAD. Di saat Bank of Canada (BOC) dipaksa bersikap lebih longgar akibat hancurnya pendapatan sektor energi mereka, kelemahan USD justru bersifat sementara akibat faktor politik. Oleh karena itu, penurunan harga minyak global yang masif ini menjadi bahan bakar utama yang siap menerbangkan USDCAD melewati level resistance krusialnya dalam beberapa sesi perdagangan ke depan.
Berita forex yang lebih lengkap bisa kamu dapatkan di QuickPro
