
Analisa Forex Hari Ini – Pasangan mata uang GBP/USD saat ini berada dalam posisi yang sangat menarik karena menjadi medan pertempuran antara ketahanan domestik Inggris dan tekanan eksternal global yang masif.
Dari sisi Inggris, Poundsterling masih mendapatkan dukungan fundamental dari ekspektasi kebijakan moneter Bank of England (BoE) yang relatif lebih ketat atau hawkish. Sikap BoE ini diperkuat oleh data pertumbuhan ekonomi dan inflasi domestik yang stabil, membuat para pelaku pasar menilai bahwa BoE tidak akan buru-buru memangkas suku bunga dalam waktu dekat. Selain itu, Sterling sempat menyentuh level tertinggi dalam tiga minggu terakhir karena pasar masih merespons sisa-sisa dampak negatif dari buruknya data ketenagakerjaan AS (Non-Farm Payrolls) yang dirilis pekan lalu.
Namun, momentum penguatan Poundsterling tersebut kini mulai tertahan oleh kebangkitan Dolar AS secara global dalam 24 jam terakhir. Lonjakan harga minyak mentah WTI hingga hampir 6% akibat eskalasi militer di Selat Hormuz telah memicu kembali kekhawatiran inflasi global. Bagi Amerika Serikat, ancaman inflasi energi ini membuka peluang bahwa Federal Reserve (The Fed) akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama dari perkiraan semula. Akibatnya, Dolar AS kembali diburu oleh investor, tidak hanya karena kenaikan imbal hasil (yield) obligasi AS, tetapi juga karena fungsinya sebagai aset aman (safe haven) di kala ketegangan geopolitik meningkat.
Saat ini, pergerakan GBP/USD cenderung bergerak dalam fase konsolidasi dengan bias tekanan yang mulai bergeser ke arah Dolar AS. Para pelaku pasar global kini memilih bersikap waspada dan menahan posisi menjelang rilis dokumen penting FOMC Meeting Minutes malam nanti. Hasil dari risalah rapat The Fed tersebut akan menjadi penentu krusial; jika dokumen tersebut mengonfirmasi kekhawatiran inflasi yang mendalam dan memberikan sinyal pengetatan yang kuat, maka Poundsterling berisiko tertekan lebih dalam. Sebaliknya, jika The Fed menunjukkan keraguan akibat pelemahan data tenaga kerja sebelumnya, GBP/USD memiliki peluang besar untuk melanjutkan tren kenaikannya.
Referensi: Berita Forex