Posted in

Euro Makin Loyo, Benarkah Dolar AS Sengaja Hancurkan Mata Uang Eropa?

Analisaforex.id – Pasangan mata uang EURUSD terpantau terus merosot dalam tren turun (downtrend) yang sangat tajam selama tiga hari berturut-turut. Jejak pergerakan harga secara teknikal menunjukkan bahwa setiap kali Euro mencoba bangkit, pergerakannya selalu terbentur garis tren menurun (bearish trendline) yang kokoh. Apa yang sebenarnya terjadi di balik layar?

Di balik ambruknya mata uang tunggal Eropa ini, terdapat dinamika fundamental yang krusial seperti yang dipaparkan berikut ini. 

Divergensi Kebijakan Moneter yang Ekstrem

Pemicu utama kejatuhan ini adalah jurang pemisah yang semakin melebar antara kebijakan bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (The Fed), dan Bank Sentral Eropa (ECB). Data ketenagakerjaan dan pertumbuhan ekonomi AS yang dirilis belakangan ini ternyata jauh lebih tangguh dari perkiraan pasar. Hal ini memaksa pasar merespons secara hawkish, meyakini bahwa The Fed tidak akan terburu-buru memangkas suku bunga acuan mereka secara agresif.

Zona Euro Dihantam Krisis Deflasi

Sebaliknya, kondisi di benua biru justru berbanding terbalik. Angka inflasi di berbagai negara utama Zona Euro dilaporkan terus melesu dan berada di bawah target. Lemahnya daya beli masyarakat dan lesunya aktivitas manufaktur membuat ECB berada dalam posisi terjepit. Para pembuat kebijakan di Eropa tidak punya pilihan lain selain terus melonggarkan kebijakan moneter guna menyelamatkan ekonomi mereka dari jurang resesi.

Sentimen ‘Safe-Haven’ yang Mengalir ke Greenback

Ketidakpastian geopolitik global yang meningkat juga turut mendorong para investor institusional global untuk mengamankan aset mereka. Dolar AS (Greenback) kembali menjadi primadona sebagai aset perlindungan aman (safe haven) utama dunia. Aliran modal besar-besaran keluar dari pasar Eropa menuju aset-aset berbasis Dolar AS, yang secara otomatis menguras likuiditas Euro dan menekan nilainya di pasar valuta asing.

Melihat kuatnya tekanan fundamental ini, tidak mengherankan jika EURUSD menunjukkan pola penolakan (rejection) yang berulang setiap kali mencoba mendekati area entry pembalikan arah. Selama fundamental ekonomi AS tetap kokoh dan Eropa masih tertatih-tatih, dominasi Dolar diproyeksikan akan terus menekan Euro lebih dalam lagi ke depannya.

Berita forex yang lebih lengkap bisa kamu dapatkan di QuickPro