Posted in

Euro Hancur Lebur ke Level Terendah 17 Bulan, Akankah Dolar AS Menyeret EURUSD ke Titik Nadir?

Analisaforex.id – Mata uang tunggal Eropa, Euro, tengah menghadapi badai besar yang membuatnya babak belur di hadapan Dolar Amerika Serikat (AS). Pergerakan beruntun dalam tren menurun (downtrend) tajam pada pasangan mata uang EURUSD dalam dua hari terakhir merefleksikan kepanikan nyata dari para pelaku pasar global. Pelemahan masif ini tidak terjadi tanpa alasan, melainkan dipicu oleh kombinasi mematikan antara krisis internal benua biru dan keperkasaan mata uang Greenback yang disokong oleh tingginya imbal hasil obligasi pemerintah AS.

Prancis di Ambang Kehancuran Fiskal: Hantu Krisis Utang Masa Lalu Bangkit Kembali

Latar belakang fundamental utama yang menghancurkan nilai tukar Euro bersumber dari eskalasi risiko politik dan finansial di Prancis. Berdasarkan laporan terbaru dari Reuters, para investor saat ini tengah melakukan aksi jual secara agresif terhadap mata uang Euro akibat kekhawatiran mendalam atas beban utang yang tinggi serta kebuntuan politik di parlemen Prancis menjelang pemilihan presiden mendatang.

Kondisi fiskal Prancis yang kian tidak stabil telah memicu kepanikan di pasar obligasi. Premium imbal hasil (spread yield) yang diminta investor untuk memegang obligasi 10 tahun Prancis di atas obligasi Jerman yang aman meroket tajam melampaui 150 basis poin. Lonjakan premi risiko ini memicu alarm bahaya contagion atau penularan krisis finansial ke negara-negara Zona Euro lainnya, mirip dengan memori kelam krisis utang Eropa satu dekade silam. Sentimen positif yang sebelumnya menopang mata uang Euro kini berbalik menggelap dalam sekejap.

Dolar AS Jadi Magnet Global: Imbal Hasil Oblasi Melejit ke Rekor 24 Tahun

Di sisi lain, kejatuhan Euro dimanfaatkan dengan sempurna oleh Dolar AS yang bertindak sebagai aset penyelamat (safe haven) utama. Mengutip data ekonomi dari CNBC, Dolar AS merangsek naik ke level tertinggi dalam 17 bulan terakhir karena terus mendapatkan sokongan dari yield obligasi US Treasury 10-tahun yang sempat melonjak mendekati rekor tertinggi dalam 24 tahun terakhir.

Meskipun rilis data ketenagakerjaan Non-Farm Payrolls (NFP) AS di akhir pekan menunjukkan perlambatan tak terduga dengan hanya mencetak 29.000 lapangan kerja baru, pasar menganggap hal tersebut tidak merubah peta kekuatan ekonomi AS secara fundamental. Kekhawatiran inflasi jangka panjang yang dipicu oleh konflik berkepanjangan di Timur Tengah serta tingginya harga energi membuat bank sentral AS (Federal Reserve) diproyeksikan tetap mempertahankan kebijakan suku bunga tinggi di level 3,75% – 4,00% untuk waktu yang lebih lama.

Kesimpulan Prospek EURUSD Hari Ini

Divergensi fundamental ini menjadi pukulan telak bagi EURUSD. Ketika perekonomian AS masih menunjukkan ketahanan ekonomi yang kokoh di tengah tingginya suku bunga, Zona Euro justru rapuh tergerus oleh krisis energi domestik dan ketidakpastian anggaran belanja Prancis. Selama ketegangan politik dan kepanikan fiskal di Paris belum mereda, arus modal keluar secara masif dari aset-aset berbasis Euro ke dalam Dolar AS akan terus berlanjut, menjaga tren pergerakan EURUSD tetap berada di bawah tekanan bearish yang sangat kuat.

Berita forex yang lebih lengkap bisa kamu dapatkan di QuickPro