Posted in

Dolar AS Mengamuk Jelang Data Inflasi: Mengapa Yen Jepang Berada di Ambang Kejatuhan?

Analisaforex.id – Pasar keuangan global saat ini tengah menahan napas seiring dengan pergerakan agresif mata uang Dolar AS (USD) yang terus menekan Yen Jepang (JPY). Di tengah penantian kritis terhadap rilis data Consumer Price Index (CPI) atau inflasi Amerika Serikat, sentimen pasar secara masif beralih ke arah penguatan Dolar. Kombinasi antara sikap hawkish dari para pejabat Federal Reserve dan pelebaran selisih suku bunga (yield differential) yang makin menganga menjadi motor utama di balik rilisnya momentum penguatan USDJPY menuju level psikologis baru.

Ekspektasi Inflasi AS

Faktor fundamental terbesar yang menggerakkan pasar hari ini adalah ekspektasi inflasi AS yang diproyeksikan melonjak. Kenaikan harga energi global serta gangguan rantai pasok akibat eskalasi geopolitik di Timur Tengah diprediksi mendorong inflasi tahunan AS merangkak naik ke level +3.6% y/y. Prospek inflasi yang memanas ini langsung direspons oleh pasar dengan meningkatkan spekulasi bahwa Federal Reserve tidak memiliki pilihan lain selain mempertahankan suku bunga tinggi, atau bahkan menaikkannya sekali lagi pada pertemuan Desember mendatang. Pernyataan terbaru dari Presiden Fed Cleveland, Beth Hammack, yang mendesak tindakan cepat untuk membatasi inflasi, kian mempertegas posisi high-for-longer yang diusung oleh bank sentral AS tersebut.

BOJ Dalam Dilema

Di sisi lain, Bank of Japan (BOJ) tetap terjebak dalam dilema kebijakan moneter yang sangat longgar (dovish). Meskipun inflasi domestik Jepang menunjukkan tanda-tanda peningkatan, BOJ sangat berhati-hati untuk tidak menaikkan suku bunga secara agresif demi menjaga momentum pertumbuhan ekonomi yang masih rapuh. Akibatnya, daya pikat imbal hasil obligasi pemerintah AS (US Treasury 10-Year yield) yang bertengger kokoh di atas level 5.3% jauh melampaui pengembalian aset berbasis Yen. Para investor institusional dan pengelola dana global secara logis memindahkan aset mereka ke dalam Dolar AS demi memburu imbal hasil yang jauh lebih kompetitif dan aman.

Sentimen safe-haven yang biasanya mendukung Yen Jepang saat terjadi konflik geopolitik kini terpatahkan oleh keperkasaan DXY (Indeks Dolar). Pasar secara jelas melihat Dolar AS sebagai instrumen lindung nilai yang jauh lebih menarik karena didukung oleh yield yang tinggi. Dengan minimnya intervensi verbal maupun riil dari Kementerian Keuangan Jepang saat ini, jalan bagi Dolar AS untuk terus mendominasi Yen tampak terbuka lebar. Selama rilis data inflasi AS malam nanti keluar sesuai atau lebih tinggi dari estimasi pasar, pelemahan fundamental Yen dipastikan akan semakin terakselerasi dalam jangka pendek.

Berita forex yang lebih lengkap bisa kamu dapatkan di QuickPro