
Analisaforex.id – Sentimen pasar saat ini menunjukkan bahwa Dolar AS sedang menekan kuat pergerakan Pound Inggris tanpa ampun, sebuah kondisi yang utamanya didorong oleh imbas krisis suku bunga global. Pergeseran ekspektasi kebijakan moneter antar bank sentral dan ketidakpastian ekonomi membuat para pelaku pasar berbondong-bondong mengamankan aset mereka pada instrumen safe haven USD, sehingga memicu gelombang aksi jual yang masif pada Sterling. Tekanan fundamental yang sangat berat ini secara efektif mendikte tren makro yang bearish untuk mata uang Inggris, mengingat dominasi kekuatan Dolar AS terus berlanjut di tengah lanskap suku bunga tinggi yang merugikan prospek pemulihan GBP dalam jangka pendek.
Secara teknikal, pergerakan pada grafik GBPUSD timeframe 1 jam (H1) mengonfirmasi momentum bearish yang solid setelah harga anjlok dari level puncaknya di 1.32795. Saat ini, pergerakan harga sedang menjalani fase koreksi naik (pullback) dan bersiap menguji zona penentu yang dipetakan menggunakan instrumen Fibonacci Retracement. Area arsiran yang merentang dari level Retracement 50.0% (1.32401) hingga level Golden Ratio 61.8% (1.32494) diproyeksikan menjadi area entry yang memiliki probabilitas tinggi. Jika pergerakan harga tertahan dan membentuk sinyal rejection pada zona ini, tekanan seller dipastikan akan kembali mendominasi pasar dan menekan harga turun mengikuti arah panah merah untuk melanjutkan struktur downtrend yang ada.
Strategi Trading GBP/USD:
- Bias: Bearish (Sell)
- Area Entry: 1.32401 – 1.32494 (Area Fibonacci 50.0% – 61.8%)
- Take Profit (TP): 1.32007 (Level Fibonacci 0.0% / Swing Low terdekat)
- Stop Loss (SL): 1.32626 (Di level Fibonacci 78.6% untuk membatasi risiko jika terjadi breakout palsu)
Dapatkan analisa lebih lengkap di website QuickPro!
