
Analisaforex.id – Sentimen pasar valuta asing mendadak bergejolak tinggi setelah aksi kolaborasi antara otoritas keuangan Amerika Serikat dan Kementerian Keuangan Jepang (BOJ) secara mengejutkan mulai mengambil langkah nyata untuk mengintervensi pasar valas. Langkah “duet maut” ini secara efektif menekan keperkasaan Dolar AS yang sebelumnya mendominasi, sekaligus menyuntikkan dorongan spekulasi penguatan tajam bagi mata uang Yen Jepang.
Penurunan Dolar AS secara dramatis ini dipicu oleh aksi profit taking massal dan pengalihan arus modal kembali ke aset Yen akibat kekhawatiran intervensi susulan. Dengan ancaman intervensi yang membayangi setiap penguatan Dolar AS, tekanan jual pada pasangan mata uang USDJPY diperkirakan masih akan berlanjut dalam jangka pendek.
Berdasarkan grafik teknikal USDJPY pada time frame 1 Jam (H1), pergerakan harga berada dalam struktur downtrend yang solid setelah berbalik turun dari swing high 159.037 (100.00%) menuju swing low 156.504 (0.00%). Saat ini harga sedang melakukan konsolidasi korektif (pullback) mendekati Area Entry jual yang berada pada rentang Fibonacci Retracement 38.2% hingga 61.8% di level 157.472 – 158.070, dengan titik acuan tengah di level 50.0% (157.771).
Strategi trading yang direkomendasikan adalah mencari opsi Sell di kisaran Area Entry 157.472 – 158.070. Target Pergerakan Profit (TP) pertama berada di level Fibonacci 23.6% (157.102) dan Target Utama (TP2) diproyeksikan menuju level Fibonacci 0.0% (156.504). Sementara itu, batasan risiko atau Stop Loss (SL) wajib ditempatkan di atas area resistance Fibonacci 78.6% pada level 158.495 untuk mengantisipasi potensi pembalikan arah.
Dapatkan analisa lebih lengkap di website QuickPro!
