
Analisaforex.id – Mata uang Dolar AS terhadap Yen Jepang (USDJPY) mendadak tiarap dalam dua hari terakhir. Sempat perkasa bertengger mendekati level psikologis tinggi 159.00 pada pertengahan pekan lalu, grafik pergerakan harga kini justru terjun bebas menembus level 157.00 dan terus menunjukkan tren penurunan (downtrend) yang nyata. Perubahan drastis ini murni didorong oleh pergeseran fundamental yang sangat agresif dari otoritas moneter kedua negara.
Risiko Intervensi Terkoordinasi
Latar belakang utama di balik rontoknya USDJPY adalah mencuatnya risiko intervensi mata uang secara terkoordinasi. Berdasarkan laporan berkala dari Reuters, Menteri Keuangan Jepang Satsuki Katayama secara mengejutkan mengonfirmasi hasil pertemuan tingkat tinggi antara Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi dan Presiden AS Donald Trump. Dalam pertemuan tersebut, Trump menyatakan kekhawatiran mendalam mengenai pelemahan Yen yang sudah terlalu ekstrem karena dinilai dapat mengganggu stabilitas perdagangan internasional.
Sentimen bearish bagi Dolar AS semakin diperkuat oleh laporan Bloomberg yang merilis pernyataan tegas dari Atsushi Mimura, Pejabat Tinggi Mata Uang Jepang. Mimura menegaskan bahwa Tokyo dan Washington telah mengirimkan pesan yang “sangat jelas” ke pasar finansial bahwa depresiasi Yen yang sepihak tidak akan lagi ditoleransi. Langkah verbal yang sangat berani ini langsung memicu kepanikan massal di kalangan pelaku pasar, terutama para pemburu carry trade yang selama ini meminjam Yen berbiaya rendah untuk membeli Dolar. Ketakutan bahwa Bank Sentral AS (Federal Reserve) dan Bank of Japan (BoJ) akan meluncurkan aksi jual Dolar secara masif seperti yang pernah terjadi sebelumnya sukses membuat para spekulator berebut melakukan aksi ambil untung (profit-taking).
Efek Pengetatan Kebijakan Moneter BoJ
Di sisi lain, publikasi media internasional CNBC menyoroti bahwa penguatan fundamental Yen ini juga ditopang oleh sisa efek pengetatan moneter pasca BoJ menaikkan suku bunga acuannya ke level tertinggi dalam tiga dekade terakhir. Meskipun pergerakan USDJPY sempat mencoba pulih tipis karena spekulasi suku bunga internal AS, bayang-bayang intervensi bersama (coordinated intervention) antara Kementerian Keuangan Jepang dan Departemen Keuangan AS bertindak sebagai dinding pembatas kokoh yang memotong momentum kenaikan Dolar. Arus modal safe-haven yang mulai beralih kembali ke Yen Jepang memastikan bahwa kejatuhan USDJPY dalam dua hari terakhir ini didasari oleh fondasi ketakutan pasar terhadap intervensi nyata yang kini berada di depan mata.
Berita forex yang lebih lengkap bisa kamu dapatkan di QuickPro
