
Analisaforex.id – Pergerakan pasangan mata uang EUR/USD saat ini dibayangi oleh sentimen bearish yang sangat kuat hingga harganya terperosok ke bawah level 1.1600. Tekanan jual ini terjadi karena momentum dorongan naik jangka pendek dari kebijakan hawkish Bank Sentral Eropa (ECB), yang baru saja menaikkan suku bunga ke level 2.65%, kini mulai memudar di pasar. Euro terlihat semakin kalah bersaing akibat pergeseran fokus pelaku pasar yang saat ini mengantisipasi kenaikan suku bunga The Fed. Ekspektasi kebijakan agresif Amerika Serikat tersebut dipicu secara langsung oleh tingginya angka inflasi AS, sehingga memberikan tenaga ekstra bagi Dolar AS untuk terus menekan pergerakan Euro. Sentimen fundamental yang sangat mengunggulkan Dolar AS ini menjadi konfirmasi kuat yang mendukung penurunannya secara pergerakan harga.
Sejalan dengan tekanan fundamental tersebut, analisis teknikal pada grafik EUR/USD timeframe 1 jam (1h) yang dilampirkan memperlihatkan struktur downtrend yang solid pasca terjadinya penurunan impulsif yang tajam. Saat ini, harga sedang berada dalam fase koreksi naik (pullback), yang membuka peluang sangat ideal untuk melakukan posisi Sell tepat di dalam “Area Entry” (kotak oranye). Rentang area entri strategis ini terletak di antara level Fibonacci Retracement 38.20% (1.15816) hingga 61.80% (1.15943), dengan antisipasi titik pantul (rejection) paling optimal di sekitar level 50.00% pada harga 1.15880. Mengikuti proyeksi garis merah pada grafik, target pergerakan atau Take Profit (TP) dapat diletakkan di area swing low terakhirnya, yakni pada level Fibonacci 0.00% (1.15611) atau sedikit di bawahnya untuk memaksimalkan potensi kelanjutan tren turun. Sementara itu, batasan risiko atau Stop Loss (SL) harus ditempatkan secara disiplin sedikit di atas level resisten Fibonacci 78.60% (1.16033), guna mengamankan modal apabila harga tak terduga menembus struktur tren dan mengubah arah pasar.
Dapatkan analisa lebih lengkap di website QuickPro!
