
Analisa Forex Hari Ini – Secara fundamental, pasangan mata uang GBPUSD mendapatkan dorongan sentimen bullish yang cukup signifikan akibat meningkatnya ketegangan geopolitik di Selat Hormuz setelah AS menerapkan blokade angkatan laut terhadap kapal komersial Iran. Konflik ini memicu lonjakan harga komoditas energi global secara drastis, yang secara langsung mengancam kenaikan inflasi domestik di Inggris sebagai negara importir energi. Menghadapi risiko inflasi yang berpotensi memanas kembali, Bank of England (BoE) diperkirakan tidak akan terburu-buru untuk memangkas suku bunga acuan mereka dalam waktu dekat (higher for longer). Ekspektasi kebijakan moneter BoE yang tetap ketat ini, ditambah dengan antisipasi pasar terhadap pidato penting Gubernur Andrew Bailey hari ini mengenai prospek ekonomi Inggris, menjadi motor penggerak utama yang menyuntikkan kekuatan fundamental bagi mata uang Sterling di pasar forex global saat ini.
Secara teknikal pada chart GBPUSD beresolusi 1 jam (1H), pergerakan harga saat ini sedang membentuk struktur koreksi turun (retrace) setelah sempat menguji area high di kisaran 1.34510. Penurunan harga yang terjadi kini mulai tertahan di dalam zona Area Entry beli potensial yang berbasis pada indikator Fibonacci Retracement di rentang level 0.382 hingga 0.50, atau tepatnya pada area harga 1.33616 sampai dengan 1.33340. Untuk memaksimalkan manajemen risiko, eksekusi Buy dapat dipertimbangkan di area reentry pantulan tersebut dengan menempatkan target keuntungan utama atau Take Profit (TP) pada titik puncak sebelumnya di kisaran level harga 1.34510. Sementara itu, batasan risiko atau Stop Loss (SL) dapat ditempatkan secara terukur di bawah area Golden Ratio Fibonacci berikutnya, yaitu sedikit di bawah level level 0.618 pada area harga 1.33064, guna mengantisipasi volatilitas jika harga berbalik arah.
Referensi: Analisa Forex
Dapatkan analisa lebih komplit dengan instal apikasi QuickPro