Posted in

USD Menggila! New Zealand Dollar Tersungkur!

Analisaforex.id – Pasar keuangan global kembali diguncang oleh badai pergerakan mata uang setelah pasangan mata uang NZDUSD hancur lebur dan terjebak dalam tren penurunan yang sangat masif (downtrend). Grafik perdagangan intraday satu jam memperlihatkan kejatuhan tajam mata uang Dolar Selandia Baru (Kiwi) yang tak berdaya melawan dominasi Dolar AS (USD). Lantas, sentimen raksasa apa dari panggung makroekonomi yang mendasari keruntuhan total mata uang berisiko ini?

The Fed Mengamuk, Suku Bunga “Higher-for-Longer” Menghancurkan Mata Uang Dunia

Berdasarkan laporan eksklusif dari CNBC, keperkasaan Dolar AS dipicu langsung oleh rilis data inflasi S&P Global yang melonjak ke level tertinggi dalam hampir empat tahun terakhir. Kondisi ini diperparah oleh pernyataan hawkish dari Gubernur Federal Reserve, Michael Barr, yang memberikan lampu hijau bagi bank sentral untuk bertindak lebih agresif.

Pasar kini bertaruh secara agresif dengan probabilitas di atas 73% bahwa Federal Reserve akan kembali menaikkan suku bunga acuan pada pertemuan akhir Oktober mendatang. Narasi suku bunga tinggi yang bertahan lebih lama (higher-for-longer) membuat imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS tenor 2 tahun melesat hingga 4,9%, memaksa aliran modal global keluar dari pasar negara berkembang dan komoditas, lalu berbondong-bondong kembali masuk memborong mata uang Greenback.

Ekonomi Selandia Baru Loyo Digilas Krisis Energi Global

Di sisi lain, Dolar Selandia Baru justru kian merosot akibat buruknya fundamental domestik. Melansir data terbaru dari Reuters, pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) Selandia Baru pada kuartal kedua melambat drastis menjadi hanya 0,2%. Perlambatan tajam ini dipicu oleh guncangan harga minyak internasional (international oil shock) akibat perang dan eskalasi ketegangan geopolitik yang terus membara di Timur Tengah.

Ditambah lagi, laporan dari Bloomberg mencatat peringatan darurat dari Gubernur Reserve Bank of New Zealand (RBNZ), Anna Breman, yang menyatakan bahwa inflasi jangka pendek Selandia Baru berisiko melambung tinggi melebihi estimasi akibat lonjakan harga energi. Ancaman inflasi stagflasi ini membuat pelaku pasar skeptis terhadap daya tahan ekonomi Selandia Baru.

Kombinasi mematikan antara data ekonomi AS yang sangat solid, lonjakan imbal hasil obligasi AS, dan perlambatan pertumbuhan ekonomi domestik Selandia Baru menjadi alasan fundamental mutlak mengapa NZDUSD terus tertekan ke zona merah tanpa perlawanan berarti.

Berita forex yang lebih lengkap bisa kamu dapatkan di QuickPro