
Analisa Forex Hari Ini – Pekan lalu (16 Juni 2026), Bank of Japan (BoJ) mengejutkan pasar dengan menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 1,0%. Ini adalah level suku bunga tertinggi bagi Jepang sejak tahun 1995. BoJ terpaksa bertindak demi memerangi inflasi domestik yang membandel akibat disrupsi harga energi global.
Per hari ini (23 Juni), Gubernur BoJ Kazuo Ueda resmi kembali bekerja di kantor setelah sempat dirawat di rumah sakit sejak awal Juni akibat infeksi kista hati. Kehadirannya kembali dinilai penting untuk menstabilkan komunikasi kebijakan moneter, mengingat rapat krusial pekan lalu dipimpin oleh deputinya.
Meskipun BoJ menaikkan suku bunga, Yen justru terus merosot mendekati level terendah tahun 1986 (ambang batas kritis di 161.96). Pasar menganggap kenaikan suku bunga ke 1% masih tidak cukup kuat untuk mempersempit jurang perbedaan imbal hasil (yield differential) dengan negara G10 lainnya, khususnya Amerika Serikat.
Sementara itu, berita dari Reuters dan Bloomberg mengonfirmasi bahwa Menteri Keuangan Jepang, Satsuki Katayama, telah mengadakan pembicaraan darurat via telepon dengan Menteri Keuangan AS, Scott Bessent. Katayama menegaskan kembali kesepakatan bahwa Jepang dan AS berkomitmen penuh untuk mengambil “tindakan tegas bersama” jika pergerakan spekulatif mata uang dinilai terlalu berlebihan.
Referensi: Berita Forex