Posted in

Sentimen The Fed vs BOJ: Mengapa Yen Jepang Mengunci Dolar AS dalam Tekanan Berat?

Analisaforex.id – Pasar valuta asing belakangan ini menyuguhkan pemandangan yang menarik, khususnya pada pasangan mata uang USDJPY. Dalam tiga hari terakhir, USDJPY cenderung bergerak di bawah tekanan besar dan hanya mampu mencatat koreksi naik yang sangat minimal dalam dua hari terakhir. Fenomena ini memicu pertanyaan di kalangan pelaku pasar: faktor fundamental apa yang begitu kuat menahan kebangkitan Dolar AS terhadap Yen Jepang?

Divergensi Kebijakan Moneter

Secara fundamental, pergerakan ini didorong oleh divergensi kebijakan moneter yang semakin nyata antara Bank Sentral Amerika Serikat (Federal Reserve) dan Bank Sentral Jepang (Bank of Japan/BOJ).

Di satu sisi, Dolar AS kehilangan daya tariknya akibat ekspektasi pemotongan suku bunga yang lebih agresif oleh The Fed. Serangkaian data ekonomi AS yang mulai melambat—mulai dari sektor tenaga kerja hingga indikator manufaktur—memberikan lampu hijau bagi The Fed untuk terus melonggarkan kebijakan moneter mereka demi menjaga pertumbuhan ekonomi dari risiko resesi. Ketika suku bunga AS diproyeksikan turun, imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS (US Treasury) ikut merosot. Hal ini memicu terjadinya aksi jual pada Dolar AS karena para investor mulai memindahkan modal mereka ke aset yang menawarkan imbal hasil riil yang lebih menjanjikan.

BOJ Mulai Tampak Hawkish

Di sisi lain, Yen Jepang mendapatkan angin segar dari sikap hawkish Bank of Japan. Setelah bertahun-tahun menerapkan kebijakan suku bunga negatif, BOJ secara bertahap mulai menormalisasi kebijakan moneter mereka seiring dengan inflasi domestik Jepang yang tetap stabil di atas target. Ekspektasi bahwa BOJ akan kembali menaikkan suku bunga acuan dalam beberapa waktu ke depan membuat Yen bertransformasi dari mata uang yang dihindari menjadi komoditas yang sangat diburu. Selisih suku bunga (interest rate differential) antara AS dan Jepang yang selama ini sangat lebar kini mulai menyempit secara konsisten.

Selain faktor suku bunga, kembalinya fungsi Yen sebagai aset aman (safe-haven) di tengah ketidakpastian geopolitik global turut memperparah tekanan pada USDJPY. Koreksi naik yang sangat minimal dalam dua hari terakhir menunjukkan bahwa setiap ada upaya pemulihan Dolar, pasar langsung memanfaatkannya untuk melakukan aksi jual (sell on rally). Selama sentimen divergensi kebijakan ini belum berubah, USDJPY diprediksi akan tetap berada dalam jalur tren turun yang solid.

Berita forex yang lebih lengkap bisa kamu dapatkan di QuickPro

Bagikan Artikel Ini: