
Analisa Forex Hari Ini – Dolar Australia (AUD/USD) berada di bawah tekanan bearish moderat, tertahan di bawah level psikologis 0.7100 akibat dominasi Dolar AS (DXY) di level 100.80. Penguatan USD ini dipicu oleh sinyal hawkish Ketua Fed baru, Kevin Warsh, yang membuka peluang kenaikan suku bunga lanjutan di tahun 2026. Kondisi ini memperlebar divergensi kebijakan moneter global dan memicu aksi akumulasi USD skala besar oleh pengelola dana (hedge funds).
Dari sisi domestik, Reserve Bank of Australia (RBA) sebenarnya mempertahankan nada hawkish ringan pada pertemuan kebijakan terbarunya karena inflasi inti Australia yang masih lengket. Namun, sentimen internal tersebut gagal mengangkat Aussie. Sebagai mata uang sensitif risiko (risk-sensitive currency) dan berbasis komoditas, AUD sangat rapuh terhadap perubahan sentimen global.
Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) damai AS-Iran di Swiss hari ini sukses meredakan tensi geopolitik secara masif. Imbasnya, harga komoditas energi jatuh—termasuk anjloknya minyak mentah WTI hingga 9% pekan ini. Penurunan harga komoditas global ini mengikis kinerja neraca perdagangan Australia, menekan yield obligasi lokal, dan memicu arus keluar modal dari aset berisiko. Kombinasi dari kuatnya daya tarik imbal hasil AS dan kejatuhan sektor komoditas membuat prospek AUD/USD tetap cenderung melemah dalam jangka pendek.
Referensi: Berita Forex