
Analisaforex.id – AUDUSD bergerak dalam tren turun (downtrend) selama dua hari terakhir karena kombinasi dari rilis data ekonomi domestik Australia yang melambat dan penguatan dominan Dolar AS (USD) secara global.
Berdasarkan kompilasi berita terbaru dari Bloomberg, Reuters, dan FXStreet, berikut faktor utama yang melatarbelakangi pelemahan ini:
1. Faktor Domestik Australia (Sisi AUD)
- Perlambatan Inflasi (CPI) Australia
Rilis data inflasi konsumen (CPI) terbaru Australia melambat dan berada di bawah ekspektasi pasar (tercatat tumbuh 0.4% dari ekspektasi 0.5%).
- Pergeseran Ekspektasi Suku Bunga RBA
Akibat melambatnya inflasi, pasar langsung memangkas taruhan bahwa Reserve Bank of Australia (RBA) akan menaikkan suku bunga pada pertemuan bulan November mendatang. Probabilitas kenaikan kini merosot drastis hingga tersisa 20%, yang secara otomatis mengurangi daya tarik mata uang Aussie.
2. Faktor Global & Amerika Serikat (Sisi USD)
- Sikap Hawkish dari Rilis FOMC Minutes
Hasil notulen rapat bank sentral AS terbaru (FOMC Minutes) memberikan sinyal yang lebih ketat (hawkish). Banyak pejabat Federal Reserve (The Fed) yang masih membuka peluang untuk mempertahankan suku bunga tinggi atau bahkan menaikkannya kembali pada Desember demi memastikan inflasi benar-benar jinak.
- Kebangkitan Dolar AS (DXY) & Yield Obligasi
Pernyataan Fed ini memicu reli pada Indeks Dolar AS (DXY) menuju level tertinggi tahunan dan mendongkrak imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS. Ketika USD menguat secara masif, mata uang sensitif risiko seperti AUD menjadi korbannya.
Berita forex yang lebih lengkap bisa kamu dapatkan di QuickPro
