
Analisaforex.id – Pergerakan downtrend pada pasangan mata uang USDCAD selama dua hari terakhir mencerminkan penguatan Dolar Kanada (CAD) terhadap Dolar AS (USD) dipicu oleh kombinasi faktor teknikal korporat serta makroekonomi global.
Koreksi turun jangka pendek ini dilatarbelakangi oleh beberapa alasan utama berikut:
1. Kehilangan Momentum Reli Dolar AS (U.S. Dollar Profit Taking)
Setelah reli agresif yang mengangkat indeks Dolar AS (DXY) sebesar hampir 4% dalam beberapa pekan terakhir, momentum penguatan Dolar AS mulai mengalami stagnasi (stalls) di area resistance utama. Data ketenagakerjaan AS (Nonfarm Payrolls) akhir pekan lalu yang melambat drastis (+29.000 pekerjaan) memangkas ekspektasi pasar terhadap langkah pengetatan The Fed yang terlalu agresif. Investor memanfaatkan situasi ini untuk melakukan aksi ambil untung (profit-taking) pada USD, sehingga memberi ruang bagi mata uang utama lainnya, termasuk Dolar Kanada, untuk menguat sementara.
2. Efek Stabilisasi Harga Minyak Mentah (WTI)
Sebagai salah satu negara eksportir minyak mentah terbesar di dunia, pergerakan Loonie (CAD) memiliki korelasi negatif yang sangat kuat dengan USD/CAD. Ketika harga minyak stabil atau mencoba pulih, CAD mendapatkan dorongan fundamental. Meskipun dihantui proyeksi kelebihan pasokan jangka panjang, gejolak geopolitik baru di Timur Tengah yang mengancam jalur energi sempat menahan kejatuhan harga minyak WTI di atas sub-$88 per barel, memberikan jangkar bagi mata uang CAD untuk menguat terhadap USD yang sedang melunak.
3. Berlalunya Risiko Politik Domestik (Pemilu Quebec)
Faktor domestik Kanada turut memberikan kejelasan sentimen bagi pelaku pasar. Berdasarkan kalender ekonomi, pelaksanaan Pemilu Provinsi Quebec pada tanggal 5 Oktober 2026 telah selesai dilewati. Berlalunya salah satu risiko politik regional ini mengurangi ketidakpastian (risk premium) jangka pendek di pasar keuangan Kanada, yang secara psikologis memicu aksi beli kembali terhadap Dolar Kanada.
4. Koreksi Teknikal dan Fase Konsolidasi (Indecision Phase)
Secara teknikal, pasangan USDCAD telah mencatat kenaikan tajam lebih dari 3.5% dari level terendah Agustus hingga menyentuh batas atas pitchfork 2026 di dekat kisaran 1.4290. Mengingat harga belum mampu menembus area resistance psikologis tersebut secara meyakinkan, indikator jenuh beli (overbought) memicu terjadinya koreksi teknikal. Penurunan sebesar kurang lebih 0.2% hingga 0.3% selama dua sesi terakhir dinilai oleh para analis sebagai fase konsolidasi yang wajar sebelum pasar mengantisipasi rilis data ekonomi krusial selanjutnya.
Berita forex yang lebih lengkap bisa kamu dapatkan di QuickPro
