
Analisaforex.id – Pasar valuta asing global kembali diguncang oleh pergerakan agresif Greenback. Pasangan mata uang USDCHF sukses menembus belenggu tekanan jangka pendeknya setelah menanjak naik menuju area 0.82633. Lonjakan hebat ini tidak terjadi di ruang hampa, melainkan dipicu oleh benturan kebijakan moneter ekstrem antara dua bank sentral utama dunia: Federal Reserve (Fed) Amerika Serikat dan Swiss National Bank (SNB).
The Fed Mengamuk, Inflasi AS Menggila
Berdasarkan laporan ekonomi terbaru yang dilansir dari Reuters dan CNBC, Dolar AS mendapatkan bahan bakar segar menyusul rilis data inflasi konsumen (CPI) dan inflasi produsen (PPI) yang kembali melonjak di atas ekspektasi pasar. Akselerasi Core CPI yang tidak terduga ini seketika meruntuhkan ekspektasi pasar mengenai pelonggaran moneter.
Alih-alih melunak, data ekonomi yang solid ini justru memaksa bank sentral AS untuk bersikap jauh lebih agresif. Menurut data CME FedWatch Tool, probabilitas pasar untuk kenaikan suku bunga lanjutan oleh The Fed di sisa akhir tahun 2026 langsung melonjak drastis. Sikap hawkish massal dari para pejabat FOMC yang berkomitmen penuh menjaga restriksi moneter demi memerangi inflasi berkelanjutan telah mendongkrak yield obligasi pemerintah AS (US Treasury) ke level tertinggi multi-tahun. Dampaknya, arus modal global tersedot masuk ke dalam aset-aset berdenominasi Dolar AS.
SNB Memilih Pasrah di Level Nol Persen
Di seberang Atlantik, Swiss National Bank justru menyajikan narasi yang bertolak belakang. Dikutip dari laporan ekonomi Bloomberg, Swiss saat ini menikmati stabilitas domestik dengan tingkat inflasi yang sangat rendah berkat ketergantungan yang minim terhadap energi impor. Konsekuensinya, SNB sama sekali tidak memiliki urgensi atau tekanan makroekonomi untuk menaikkan suku bunga mereka.
SNB memilih untuk mempertahankan suku bunga acuannya di level stabil 0.00%. Kebijakan ini menciptakan jurang imbal hasil (yield differential) yang sangat lebar, yaitu sebesar 400 basis poin jika dibandingkan dengan target suku bunga AS yang bertengger di kisaran tinggi. Kesenjangan suku bunga yang mencolok ini membuat Franc Swiss menjadi target utama mata uang pendanaan (funding currency) dalam strategi carry trade global. Investor aktif meminjam mata uang Swiss Franc yang berbunga nol untuk membeli aset Dolar AS yang menawarkan imbal hasil jauh lebih seksi.
Selama divergensi kebijakan moneter ini bertahan di mana The Fed terus mengetatkan kebijakan saat SNB bersikap pasif, pergerakan Swiss Franc dipastikan akan terus tertekan, menjustifikasi tren bullish berkepanjangan pada pasangan USDCHF hari ini.
Berita forex yang lebih lengkap bisa kamu dapatkan di QuickPro
