Loading Now

Dolar Australia GOYAH! Inflasi Turun Tapi Harga Diam-Diam NAIK, RBA Terjebak?

image-2-1024x683 Dolar Australia GOYAH! Inflasi Turun Tapi Harga Diam-Diam NAIK, RBA Terjebak?

Analisa Forex Hari Ini – Dolar Australia (AUD) baru-baru ini bergerak melemah, tergelincir ke sekitar $0.71. Pelemahan ini terjadi setelah data inflasi yang lebih rendah dari perkiraan meredakan ekspektasi pasar akan kenaikan suku bunga lebih lanjut.

Biro Statistik Australia melaporkan bahwa Indeks Harga Konsumen (CPI) bulanan April melambat signifikan menjadi 0,4% dari 1,1% sebelumnya. Tingkat inflasi tahunan juga turun menjadi 4,2% dari 4,6%, di bawah perkiraan 4,4%. Penurunan ini sebagian besar didorong oleh pemotongan pajak bahan bakar oleh pemerintah.

Namun, di balik angka-angka tersebut, gambaran inflasi inti (core inflation) menunjukkan “kegigihan” yang mengkhawatirkan. Ukuran inflasi inti trimmed-mean naik 0,3% secara bulanan dan 3,4% secara tahunan. Angka ini tidak hanya sesuai dengan estimasi, tetapi juga merupakan yang tertinggi sejak beberapa waktu terakhir dan jauh di atas target Reserve Bank of Australia (RBA) sebesar 2-3%. Kenaikan harga minyak global, yang berkaitan dengan konflik di Timur Tengah, disinyalir menjadi pendorong utama tekanan harga ini.

Meskipun demikian, pasar telah mengurangi ekspektasi pengetatan kebijakan moneter. Probabilitas RBA mempertahankan suku bunga di 4,35% pada Juni melonjak menjadi 96% (dari 84% sebelum data dirilis). Ekspektasi kenaikan suku bunga pada Agustus juga berkurang drastis, dari 45% menjadi hanya 24%.

Artinya, meskipun inflasi utama menunjukkan sinyal mereda, tekanan harga yang mendasari masih menjadi perhatian serius bagi bank sentral. Kondisi ini menempatkan RBA dalam dilema: merespons inflasi umum yang melambat atau mengatasi inflasi inti yang masih “panas”. Pasar kini menunggu keputusan RBA dengan penuh antisipasi.

Referensi: Berita Forex

Share this content:

Jangan Lewatkan