
Analisaforex.id – Poundsterling (GBP) sedang berada di atas angin dan siap mencatatkan reli epik terhadap Dolar AS (USD). Kombinasi antara kekacauan politik di Washington pasca-Pemilu Sela (US Midterms) dan momentum krusial dari London telah menciptakan badai pembalikan arah yang sangat masif bagi pasangan mata uang GBP/USD. Bagi para trader, malam ini adalah penentu arah (make-or-break) yang tidak boleh dilewatkan.
Dari tanah Amerika, Dolar AS dilaporkan ambruk secara drastis setelah Partai Demokrat berhasil merebut kendali penuh atas Senat AS. Hasil ini memicu kemunculan Split Congress yang diperkirakan akan melumpuhkan kebijakan fiskal agresif dan menjatuhkan indeks dolar (DXY) ke level terendah baru. Tekanan bagi Greenback semakin diperparah oleh rilis data Prelim Unit Labor Costs AS yang melandai jauh di bawah ekspektasi ke angka 0.3% (vs perkiraan 1.2%), sebuah sinyal kuat bagi Federal Reserve untuk mengerem kebijakan restriktif mereka.
Di sisi lain, perhatian penuh pasar global kini tertuju pada keputusan suku bunga Bank of England (BoE) yang akan diumumkan malam ini. Berdasarkan laporan Reuters, BoE diproyeksikan kuat akan mengambil langkah hawkish dengan menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 4.00%. Lonjakan inflasi domestik di Inggris, yang dipicu oleh kenaikan harga bahan bakar solar secara signifikan, tidak memberikan pilihan lain bagi Gubernur Andrew Bailey selain bertindak agresif untuk meredam tekanan harga.
Secara fundamental, dorongan ganda berupa pelemahan struktural USD dan ekspektasi kenaikan suku bunga BoE menjadi bahan bakar utama yang melatarbelakangi bias bullish GBP/USD. Jika BoE memberikan sinyal pengetatan moneter lanjutan dalam pidatonya malam nanti, jalur bullish akan terbuka sangat lebar. Bersiaplah, volatilitas tinggi siap mengguncang pasar!
Berita forex yang lebih lengkap bisa kamu dapatkan di QuickPro
