
Analisaforex.id – Pasar mata uang global hari ini sedang berada di titik didih yang sangat krusial, khususnya bagi pasangan mata uang EURUSD. Jika Anda berpikir bahwa Euro berada dalam posisi aman hanya karena pergerakan stabil dalam beberapa pekan terakhir, Anda salah besar. Berita mainstream internasional dari Reuters dan CNBC dalam 24 jam terakhir membongkar fakta fundamental yang sangat kontras antara Zona Eropa dan Amerika Serikat, yang diprediksi akan menjadi pemicu badai volatilitas besar malam ini.
Kontras Kebijakan Sentral: Fed yang Sangat Ganas vs ECB yang Ragu-Ragu
Faktor fundamental terbesar yang saat ini menekan Euro adalah arah kebijakan moneter yang sangat bertolak belakang antara kedua wilayah. Dari sisi Amerika Serikat, pidato terbaru Ketua Federal Reserve Kevin Warsh di simposium Jackson Hole masih menyisakan gaung hawkish yang sangat kuat di pasar. Berdasarkan data CME Group FedWatch Tool yang dilansir Reuters, taruhan pasar untuk kenaikan suku bunga Fed sebesar 25 basis poin pada pertemuan September melonjak drastis menjadi hampir 68%, naik tajam dibandingkan minggu lalu yang hanya berada di angka 37%. Pejabat Fed lainnya, seperti Susan Collins dan Michael Barr, juga menegaskan bahwa suku bunga harus dinaikkan lebih lanjut demi menjinakkan inflasi yang membandel. Lonjakan ekspektasi ini langsung menerbangkan yield obligasi US Treasury 10-tahun ke level tertinggi mendekati 4.80%, sebuah magnet raksasa yang menarik arus modal global kembali memburu Dolar AS (Greenback).
Di sisi lain, meskipun inflasi utama Zona Euro dilaporkan merangkak naik di atas 3% akibat lonjakan harga energi dari konflik Timur Tengah, data internal menunjukkan bahwa inflasi inti (core inflation) mereka justru melandai ke angka 2.4%. Laporan dari CNBC menyebutkan bahwa pertumbuhan ekonomi Eropa tertatih-tatih di kisaran 1% saja. Kondisi ekonomi yang rapuh ini membuat Bank Sentral Eropa (ECB) berada dalam dilema besar. Walaupun kenaikan suku bunga deposit menjadi 2.50% pada 10 September nanti sudah diantisipasi pasar, para pembuat kebijakan di Frankfurt diprediksi akan mengerem agresivitas mereka setelah itu dan melewatkan pertemuan Oktober. Jurang perbedaan imbal hasil (yield gap) yang semakin melebar antara AS dan Eropa inilah yang menjadi racun bagi nilai tukar Euro.
Bom Waktu Kalender Ekonomi Malam Ini: ISM Services PMI Menjadi Penentu!
Bagi para pelaku pasar, pergerakan fundamental EURUSD hari ini tidak boleh dilepaskan dari rilis data ekonomi super penting terjadwal di kalender ekonomi. Malam ini, pukul 19:30 WIB, AS akan merilis data pasar tenaga kerja awal berupa Challenger Job Cuts dan Initial Jobless Claims yang akan menguji ketahanan ekonomi paman Sam sebelum data Non-Farm Payrolls (NFP) esok hari.
Namun, bom waktu utamanya terletak pada pukul 21.00 WIB, yaitu rilis data ISM Services PMI AS. Sektor jasa merupakan tulang punggung utama ekonomi domestik Amerika Serikat. Jika data ISM Services PMI ini dirilis lebih tinggi dari ekspektasi pasar, hal itu akan menjadi bukti sahih bahwa ekonomi AS masih terlalu tangguh untuk mengalami resesi. Dampaknya, spekulasi rate hike dari The Fed akan semakin terkunci rapat, memicu penguatan Dolar AS secara masif, dan berpotensi menyeret EURUSD jatuh lebih dalam di bawah level psikologisnya saat ini.
Secara fundamental, Euro saat ini sedang berdiri di atas fondasi yang sangat rapuh, terjepit di antara pertumbuhan ekonomi regional yang melambat dan ancaman kebangkitan Dolar AS yang didukung oleh suku bunga tinggi yang siap bertahan lebih lama (higher for longer).
Berita forex yang lebih lengkap bisa kamu dapatkan di QuickPro
