
Analisaforex.id – Pergerakan pasangan mata uang USDCHF akhir-akhir ini terjebak dalam fase konsolidasi (sideways) berkepanjangan, namun jika Anda jeli melihat grafik dalam dua hari terakhir, grafik menunjukkan tekanan turun yang nyata di mana harga gagal bertahan di level psikologisnya dan terperosok menuju zona bawah. Mengapa Dolar AS tiba-tiba loyo padahal sebelumnya sempat bertaji di puncak tertinggi 18 bulannya? Jawabannya murni karena dinamika fundamental global yang sedang terjadi.
Berikut adalah tiga latar belakang fundamental utama yang dihimpun dari laporan media terkemuka internasional seperti CNBC, Bloomberg, dan Reuters dalam tiga hari terakhir yang memicu kejatuhan USDCHF:
Intervensi Donald Trump Meredam Sentimen “Safe-Haven” Dolar
Berdasarkan laporan global dari CNBC dan Reuters, gejolak geopolitik di Timur Tengah sempat melambungkan harga minyak mentah dan membuat Greenback diburu sebagai aset aman. Namun, situasi mendadak berbalik setelah pernyataan resmi dari Presiden AS Donald Trump yang menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak akan melakukan aksi militer atau serangan langsung terhadap Iran sebelum pemilu paruh waktu (midterm elections) AS pada bulan November.
Pernyataan adem dari Trump ini seketika menghapus premi risiko konflik (geopolitical risk premium) di pasar global. Dolar AS yang awalnya perkasa karena kepanikan perang, langsung kehilangan daya dongkraknya. Investor pun mulai mengalihkan modal kembali pada mata uang berimbal hasil stabil atau menahan posisi, memicu pergerakan mata uang USDCHF yang sideways dengan kecenderungan melemah.
Sentimen Konsumen AS Ambruk Total
Kondisi internal ekonomi Amerika Serikat tidak sedang baik-baik saja. Laporan berkala dari Bloomberg dan data makro ekonomi akhir pekan menunjukkan bahwa Indeks Sentimen Konsumen AS versi University of Michigan terjun bebas ke angka 46,3 pada bulan Oktober, meleset jauh dari prediksi konsensus pasar di level 47,6 serta merosot dari perolehan bulan September sebesar 48,1. Ambruknya tingkat kepercayaan konsumen domestik ini memicu kekhawatiran baru bahwa daya beli masyarakat AS sedang tercekik, sehingga membatasi apresiasi Dolar AS lebih lanjut melawan mata uang kuat seperti Franc Swiss.
The Fed Berpotensi Tarik “Rem Darurat” Suku Bunga di Bulan Oktober
Meskipun risalah pertemuan FOMC Minutes menunjukkan bahwa mayoritas pembuat kebijakan mendukung kebijakan ketat (hawkish) hingga akhir tahun, pidato dari salah satu Gubernur Federal Reserve, Christopher Waller, membuka ruang baru bagi pasar. Reuters melaporkan bahwa Waller secara eksplisit menyatakan adanya fleksibilitas yang sangat longgar dan memberikan sinyal kuat bahwa The Fed berpeluang besar untuk menunda atau menjeda kenaikan suku bunga pada pertemuan akhir Oktober ini.
Menurut data CME FedWatch Tool, probabilitas kenaikan suku bunga di bulan Oktober ini langsung anjlok drastis ke angka 17,7% saja. Mundurnya ekspektasi pengetatan moneter dalam jangka pendek ini membuat imbal hasil obligasi AS melandai dan menjadi alasan utama mengapa posisi USDCHF tertekan di zona merah dalam dua hari perdagangan terakhir.
Berita forex yang lebih lengkap bisa kamu dapatkan di QuickPro
